Sabtu, 04 Juni 2016

PRINSIP KERJA STARTER MOBIL


BAB I
KAJIAN TEORI

1.1.                 Pengertian Starter
              Sistem starter adalah bagian dari sistem pada kendaraan untuk memberikan putaran awal bagi engine agar dapat menjalankan siklus kerjanya. Dengan memutar fly wheel, engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran pada ruang bakar.

1.1.1.           Fungsi Starter
                   Fungsi dari system starter ini adalah untuk menghidupkan putaran awal mesin yang menghasilkan putaran rendah. (untuk memutarkan fly wheel pertama kali sehingga mesin dapat hidup).

1.1.2.           Jenis-Jenis Starter
a.         Starter Mekanik 
Adalah starter yang digerakkan dengan tenaga manusia, contohnya, kick starter (starter kaki), slenger (starter untuk mesin diesel, dan beberapa type mobil lama).
b.        Starter Elektrik 
Adalah starter yang sumber tenaganya berasal dari arus listrik. Starter jenis ini banyak digunakan pada mobil dan saat ini banyak diaplikasikan pada sepeda motor.
c.         Strarter Pneumatik 
Adalah starter yang sumber tenagannya dari udara yang bertekanan. Banyak dipakai pada mesin-mesin kapal laut. Karena mesin kapal cukup besar, maka digunakan starter jenis ini.



1.2.                 Komponen-Komponen Starter
Bagian-bagian system starter terdiri dari :
1.             Baterai : berfungsi sebagai sumber arus listrik 
2.             Sekring : berfungsi mengalirkan arus listrik ke relay starter
3.             Kunci kontak.
4.             Rellay : Berfungsi mengalirkan arus yang besar ke motor starter 
5.             Motor starter : Berfungsi merubah tenaga listrik menjadi momen putar 

1.2.1.           Komponen-Komponen Motor Starter
1.             Field Coil ( Kumparan Medan) 
            Terbuat dari tembaga yang dililitkan pada core motor starter berfungsi untuk membangkitkan medan magnet, akan tetapi pada beberapa jenis sepeda motor biasanya pada motor starter sudah dilengkapi dengan magnet permanen jadi tidak diperlukan field coil (kumparan medan) untuk membangkitkan medan magnet. 
2.             Armature (jangkar) 

            Berfungsi merubah energy listrik menjadi energy mekanik, dalam bentuk gerak putar atau sebagai penghasil momen putar.
Pada armature terdapat komutator yang bersentuhan langsung dengan brush yang berfungsi sebagai terminal kumparan armature (jalan masuknya arus dari brush). 



3.             Yoke dan Pole Core Yoke(rumahan starter).

Berfungsi sebagai tempat untuk mengikatkan pole core. Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder. Sedangkan pole core berfungsi untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan field coil. 


4.      Brush (Sikat) 
Brush terbuat dari tembaga lunak, dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Umumnya sarter memiliki empat buah brush, yang dikelompokkan menjadi dua. 
Dua buah disebut dengan brush positif. Dua buah disebut dengan brush negative. 

5.      Sarter Clutch 

Sarter clutch berfugsi untuk memindahkan momen punter saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar.Sarter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.


6.      Sakelar Magnet (Magnetic Switch)

Sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuitmotor starter melalui teminal utama. 


7.      Armetur Brake 


Armature brake berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.


8.      Driver Lever 
Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear kea rah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus. 

1.3.  Jenis-jenis motor starter
Motor Starter Pada Kendaraan Terbagi Menjadi beberapa type, antara lain :
1.        Conventional Type Starter Motor (pre-engaged) 
Kelebihan Motor starter tipe Konvensional memiliki kelebihan Kontruksi pada motor starter tipe Konvensional Armaturenya seporos dengan pinion gear. Karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, jadi putarannya menghasilkan gaya yang besar. Kekurangan Motor starter tipe Konvensional adalah karena letak gigi pinion seporos dengan armature, maka putaran gigi pinion dan putaran armature sama, maka memerlukan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan engine.

2.        Reduction Type Starter Motor 



Kelebihan Kontruksi pada motor starter tipe reduksi armaturenya tidak seporos dengan gigi pinion tapi putaran dari armaturenya di reduksikan (diturunkan) oleh idle gear sampai sepertiganya. Maka putaran yang dihaslkan sangat kuat karena memilki idlle gear. 
         Kekurangannya Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan) maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional. 

3.     Planetary Type Starter Motor 


















Kelebihan Sistem stater dengan motor stater tipe planetary pada prinsipnya sama dengan motor stater tipe lainnya. Motor stater jenis planetary termasuk pada jenis motor stater reduksi karena putaran armature diturunkan untuk mendapatkan tenaga putar yang lebih kuat. Mekanisme penurun putaran motor stater jenis ini menggunakan unit roda gigi planetary. Reduksi model planetary memungkinkan motor stater bekerja pada kecepatan tinggi dibandingkan dengan motor stater tipe konvensional. Kecepatan motor yang lebih tinggi menghasilkan torsi yang lebih besar. Keuntungan dari motor stater jenis ini adalah lebih kompak, lebih ringan, dan output torsi yang lebih ringan. 
Komponen-komponen utama motor stater tipe ini secara umum sama dengan motor stater tipe konvensional, namun ukuran aramature, kumparan medan dan lainnya lebih kecil. Perbedaan yang mencolok pada motor stater tipe ini adalah komponen untuk mereduksi putaran motor dengan unit roda gigi planetary. Unit gigi planetary terdiri dari beberapa komponen, yaitu ring gear, gigi planetary, pembawa gigi planetary dan poros pembawa (carrier shaft). Armature menghasilkan putaran yang tinggi. Putaran ini sebagai input pada sistem gigi planetary. Output dari sistem roda gigi planetary adalah putaran yang lebih lambat dibandingkan dengan putaran armature tetapi dengan torsi yang lebih tinggi. 
Putaran gigi planetary akan menyebabkan poros pembawa ( poros gigi planetary ) juga ikut berputar. Perbandingan gigi antara gigi poros armature : gigi planetary : gigi ring gear adalah 11 : 15 : 43 yang menghasilkan perbandingan reduksi sebesar 5, dengan demikian kecepatan putaran poros armature akan turun menjadi 1/5 dari putaran poros armature sebenarnya. 
Kekurangannya Karena putaran angkernya direduksikan (diturunkan)oleh gigi planetary, maka putarannya tidak cepat seperti pada motor starter tipe konvensional. 
1.4.                 Cara Kerja Starter Mobil
Cara kerja starter mobil yang akan di jelaskan adalah starter mobil jenis biasa atau konvesional.















1)        Kunci Kontak Pada Posisi “START”
Bila kunci kontak diputar pada posisi start, Terminal 50 akan mengalirkan arus listrik dari baterai ke hold-in dan pull-in coil. Dari pull-in coil kemudian arus mengalir ke field coil dan armature coil melalui terminal C. Pada titik ini, penurunan tegangan pada pull-in coil mempertahankan aliran arus yang mengalir pada bagian motor (field coil dan armarture) kecil,sehingga motor berputar dengan putaran lambat. Pada saat yang bersamaan medan magnet yang dibangkitkan oleh hold-in dan pull-in coil menarik plunger ke kanan melawan pegas pengembalik gerakan ini menyebabkan pinion gear terdorong dan berkaitan dengan ring gear. Kecepatan motor yang lambat akan membuat perkaitan menjadi lembut. Alur spiral membantu perkaitan pinion dan ring gear menjadi lebih lembut.
Pinlon Gear dengan Ring Gear berkaitan Bila magnetic switch dan ulir spiral mendorong pinion gear pada posisi dimana berkaitan penuh dengan ring gear,contact plate yang tersentuh ujung plunger membuat main relay ON dengan menghubungkan terminal 30 dan C. Akibat hubungan ini maka arus yang mengali kemotor menjadi lebih kasar dan menyebabkan motor berputar dengan momen yang lebih besar. Alur spiral memperkuat perkaitan pinion gear dengan ring gear. Pada saat itu tegangan pada kedua ujung pull-in coilmenjadi sama sehingga arus tidak lagi mengalir pada kumparan ini,oleh karena itu plunger ditahan pada posisinya dengan gaya magnet yang dihasilkan oleh hold-in coil.
2)        Kunci Kontak Posisi “ON”
Bila kunci kontak dikembalikan ke posisi ON dari posisi START,maka tegangan yang diberikan ke terminal 50 akan terputus. Main switch tetaptertutup tetapi sebagian arus mengalir dari terminal C ke hold-in coil melalui pull-in coil. Dengan mengalirnya arus melalui hold-in coil dengan arah yang sama sperti pada saat kunci kontak diposisikan pada START, ini akan membangkikan medan magnet yang menarik plunger. Pada pull-in coil arus mengalir dengan arah yang berlawana, dan membangkitkan medan magnet yang akan mengembalikan plunger ke posisi semula. Medan maget yang terjadi pada kedua kumparan tersebt akan saling meniadakan, sehingga plunger akan tertarik mundur kembali oleh pegas pembalik.Dengan demikian, maka arus besar yang diberikan ke motor akan terputus dan bersamaan dngan pula plunger akan memutuskan hubungan pionin gear dan ring gear.
3)        Armature Brake
Sesaat setelah start mesin pinion gear yang masih berputar karena gaya inertia dapat menyebabkan kerusakan bila terjadi hubungan antara pinion gear dengan ring gear. Untuk mencegah hal ini,motor starter tipe konvensional dilengkapi dengan mekanisme brake dengan konstruksi. Ketika return spring didalam magnetic switch menarik kembali pinion gear, brake spring menarik armarture melawan brush holder. Bila blush holder telah menyatu dengan commutator and frame, armature akan segera berhenti berputar.



BAB II
KESIMPULAN
Sistem starter adalah bagian dari sistem pada kendaraan untuk memberikan putaran awal bagi engine agar dapat menjalankan siklus kerjanyaFungsi dari system starter ini adalah untuk menghidupkan putaran awal mesin yang menghasilkan putaran rendah. (untuk memutarkan fly wheel pertama kali sehingga mesin dapat hidup).



DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar